Bunda, malam ini saja…bolehkan aku tidur dipangkuanmu?
Hari-hari belakangan terasa begitu berat buatku…
Semuanya berputar di kepalaku…penat rasanya
Kudengar caci maki, sumpah serapah…tuli telingaku rasanya
Kupandangi wajah-wajah penuh kepalsuan, muak rasanya
Kuhirup asap rokok, parfum murahan juga nafas-nafas penuh keserakahan
Masihkah aku layak disebut manusia, bunda?
Saat kupacu langkahku meski kulihat wanita tua ingin menyebrang jalan
Saat kupalingkan wajah meski tampak dihadapanku gadis kecil gemetaran menahan lapar
Saat ku berlagak tuli meski kudengar sahabatku yang tertimpa musibah memanggil namaku
Saat ku berlagak bisu meski ku tahu atasanku berselingkuh dengan sekretarisnya
Saat akupun mulai meragukan kemanusiaanku…
Bunda…masihkan kau ijinkan aku tidur di pangkuanmu?