PENA MENARI

Rangkaian huruf, kata, kalimat dan suara hati

Inikah cemburu? April 16, 2009

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 4:04 pm
Tags: , ,

“Aku sedang bicara dengannya”

Satu kalimat yang mungkin biasa saja

namun menusuk ke bagian terdalam hatiku

perih rasanya…

rasa apa ini?

tak kukenal perih yang menusuk ini

inikah cemburu?

 

Jarak April 16, 2009

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 4:01 pm
Tags: ,

Jauh jarak membentang

Menguntai kasih lewat sang maya

Kapan usai penantian ini

Kuhitung hari kian merana

Ahh…

Jauh jarak menuai asa

bentang rindu tak terkira

kasih di seberang samudra

kapan raga kan bersua?

 

Dustamu bisukanku September 22, 2008

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 4:40 pm
Tags: , , , , ,

Kecewa ini bisukanku

Sedih ini bekukan kataku

Dustamu kembali hadirkan luka

Maaf mudah saja mengalir

Tapi sakit ini kan tinggal selamanya

Tak sekali…

Namun dua kali

Haruskah ada kesempatan lagi?

Sampai kapan?

Sampai aku mati hati?

 

Tak cukupkah sekali? September 22, 2008

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 4:36 pm
Tags: , , , , ,

Tak cukupkah sekali kau hujamkan belati dusta ke hatiku?

Luka itu belum lagi sirna

Bayang-bayang kelam itu masih lagi membungkus kenanganku tentangmu

Cintakah kau sebut itu?

Mengapa sakit rasanya?

 

Air Mata (2) September 12, 2008

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 1:13 pm
Tags: , , , ,

Bisu dalam dekap galau

Lekat tatap penuh risau

Gelitik rasa ini menganggu

Lagu sambil lalu?

semburat pilu?

aku tak tau…

***

Ucap tertelan isak

perih mendesak

sesak…

***

Bulir bening meniris

basahi hati teriris

sang gadispun menangis

Picture is taken from here

 

Air Mata (1) August 20, 2008

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 7:09 am
Tags: , , , ,

Berkaca-kaca sepasang jendela hati

Sirna tatap tajam penuh mimpi

Mengalir butir-butir bening

Susuri lekuk wajah

Tinggalkan jejak basah

Tiada berusaha ia seka

Resapi setiap tetesnya

yang wakilkan rasa dihatinya

Air mata bahagia

hadir bersama tawa dan canda

hadir teriring senyum

hadir dalam cinta

Air mata duka

hadir bersama luka

hadir teriring perih

hadir dalam cinta

Air mata murka

hadir bersama amarah

hadir teriring kebencian

hadir dalam cinta

***

air mata…

resapi hadirnya

bukti bahwa masih ada rasa

bahwa kita masih manusia

Pic: http://i21.photobucket.com/albums/b260/Natahsia/tears.jpg

 

Sayap-sayap terkepak August 5, 2008

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 6:35 pm
Tags: , ,

Sepi…benar-benar sepi

Pekat…hitam dan sesak

Sesak…ingin keluar dan bebas

Penat…ingin mengepak

Kepak…kepak…kepak

Sayap mengepak serentak

Terbang…terbang…terbang

Sayap mimpi terbentang

Mengembang

Membumbung ke angkasa

Meraih satu…dua..tiga

hingga sejuta mimpi

Picture: http://images.elfwood.com/art/k/t/ktk30/angel_wings.jpg

 

Berdamai dengan hatiku July 30, 2008

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 6:46 am
Tags: ,

Baru 23 usiaku saat dunia maya mempertemukan kita

Menginjak 28 usiaku saat kita bertemu di dunia nyata

Kini sosokmu tak lagi rentetan text dalam YM

atau suara yang menenangkan tanpa kenal sosoknya

Kini kau nyata dalam pandangku

Kini kau nyata dalam sentuhku

¤¤¤

Kau bukan lelaki pertamaku

Namun kuberharap jadi yang terakhir

Tempat kumelabuhkan segenap rasa dan asaku

Pilihan telah kubuat…

jadi jangan pernah ragukan rasaku padamu

jika resah dan cemburu hadir

bicaralah padaku

jangan kau simpan sendiri

berdalih semuanya baik-baik saja

ku bukan pembaca hati dan pikiran

walaupun bisa kurasakan galaumu

tapi tak mau ku bermain dengan pikiranku

¤¤¤

Aku belajar berdamai dengan masa laluku

menjadikannya sosokku yang sekarang

menjadikannya kenangan manis

menjadikannya pelajaran hidup

dan menyimpannya rapat dalam ruang kecil hatiku

Aku belajar berdamai dengan dirimu

menjaga perasaanmu

menjalin rasa percaya

menerima segala kelebihan dan kekuranganmu

mencintaimu dengan sederhana namun dengan sepenuh jiwa

Aku belajar berdamai dengan hatiku

melihat masa lalu sebagai cermin hidup

tuk menjadi lebih bijaksana

denganmu…kan kulukis masa depan kita

 

Untuk lelakiku July 24, 2008

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 10:54 pm
Tags: , ,

Hai tampan…

boleh kupanggil begitu?

ah…kalaupun tak kau ijinkan akan tetap kupanggil demikian

karena demikianlah adanya dirimu dimataku dan dihatiku

pasti kau akan tertawa

setiap kupanggil tampan

jawabmu pasti “memang dari lahir sudah begini”

atau “ah…dirayu nich”

tawa lepas dan senyumu selalu membuatku kangen

sungguh…dulu kupikir kau manusia batu

karena ekspresimu yang seperti TV layar datar “flat”

aku sudah mengoceh sampai berbusa

wajahmu tak ada jua berubah ekspresinya

cerita lucu, seram atau sedih

akan tampak serupa di wajahmu

tapi aku senang…kau mulai bisa tersenyum, tertawa bahkan menangis

kini ku yakin kau manusia juga :-)

Pletakkk…

maaf kalau kujitak kepalamu

sampai tiga kali sehari

kuharap kau tak amnesia

kulakukan karena sayangku padamu

agar kau lebih sensitif

agar kau lebih perasa

agar kau paham kata, rasa dan raut wajahku

agar kau paham PMS membuatku sangat moody

agar kau paham bicara jangan asal nyablak

agar kau paham perasaan orang lain

agar kau lebih peduli pada sekitar

agar kau lihat lebih dekat

dan rasakan hadirku dalam hidupmu

Hai lelakiku…

tak sampai enam purnama lagi

sepertinya aku masih sabar menanti

sampai kau lamar gadis tomboy yang keras kepala ini

yang tak punya alat make up sama sekali

foto narsis tak terkendali

selalu jalan kesana kemari

dan mengoceh tiada henti

Hai lelakiku…

siapkah kau habiskan hari-hari

bersama gadis manja yang selalu sok tegar ini?

siapkah kau mencicipi setiap hari

masakan hasil ekperimen yang rasanya belum terbukti?

siapkah kau menghadapi

keteraturan dan keras kepalanya yang silih berganti?

siapkah kau menjadi warna warni

seperti selama ini dia mengisi hari-hari?

Hai lelakiku…

jika semua jawabanmu adalah siap

kutunggu kau di pulau dewa dewi

bicaralah pada ayah bundaku

dan jadikanlah aku pendampingmu

 

Apa ini Tuhan? July 23, 2008

Filed under: Puisi — butt3rfly @ 11:18 am
Tags: , ,

Di dekap malam dan dingin yang menusuk sampai ke sumsum tulangku

Kucoba pejamkan mata yang memerah sarat dengan lelah

Detik demi detik terasa merangkak begitu lambat

Resah tubuh ini berbalik sana dan sini

Lelah kupaksa tidurkan raga yang tau jua terlelap

Apa ini Tuhan?

Rasa apa ini?

Kucoba merunut kejadian

Kucoba mengingat kerabat, sahabat…

Apa ini Tuhan?

Rasa apa ini?

Buatku tak mampu pejamkan mata

Hadirkan resah yang aku tak paham

Dalam setiap sujudku

Dalam setiap lantunan pujian untukMu

Dalam setiap hembusan asma suciMu

Kupanjatkan sebentuk harapan, doa, keinginan dan sejenisnya

Mohon hadirkan terang di hatiku

agar kubaca jelas resah ini….